Kamis, 28 Mei 2015

PROPOSAL PENGAJUAN SKRIPSI
RANCANG BANGUN PENGENDALI LAMPU DALAM GEDUNG MENGGUNAKAN USER INTERFACE  DELPHI BERBASIS MIKROKONTROLER










Disusun oleh:
Sugiarti
26110715



JURUSAN/PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
LEMBAR PERSETUJUAN

Nama
: Sugiarti
NPM
: 26110715
Kelas
: 4KB03
Judul Tema
: RANCANG BANGUN PENGENDALI LAMPU DALAM GEDUNG

MENGGUNAKAN  USER INTERFACE DELPHI BERBASIS

MIKROKONTROLER


Tanggal Persetujuan
:



Menyetujui,
Ketua Jurusan Sistem Komputer,


(Dr. Nur Sultan Salahuddin)

Kepada :
Yth. Bapak Dr. Nur Sultan Salahuddin
Ketua Jurusan Sistem Komputer
di tempat
Dengan Hormat,
Dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini bermaksud mengajukan proposal Skripsi :
Nama
: Sugiarti
NPM
: 26110715
Kelas
: 4KB03
IPK
: Lokal : …. , Ujian Utama = ….  , Rangkuman = …..
SKS
: Lokal : 84, Ujian Utama = 32, Rangkuman = 116
Saya menyatakan bersedia dan sanggup menyelesaikan skripsi saya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak Universitas Gunadarma apabila proposal skripsi ini disetujui. Sebagai bahan pertimbangan, dengan ini saya lampirkan proposal skripsi saya yang berjudul “RANCANG BANGUN PENGENDALI LAMPU DALAM GEDUNG MENGGUNAKAN USER INTERFACE DELPHI BERBASIS MIKROKONTROLER”.
Demikianlah surat pengajuan proposal skripsi ini saya buat, atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak, saya menghaturkan terima kasih.
Depok, 7 Maret 2014
Hormat saya
( Sugiarti )
SURAT KETERANGAN
USULAN DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI

Sesuai dengan pembicaraan yang telah dilakukan antara saya dengan mahasiswa :
Nama
: Sugiarti
NPM
: 26110715
Kelas
: 4KB03
Judul Tema
: RANCANG BANGUN PENGENDALI LAMPU DALAM GEDUNG

  MENGGUNAKAN USER INTERFACE DELPHI BERBASIS
MIKROKONTROLER

maka dengan ini saya :
Dr. Andini Sintawati
menyatakan bersedia diusulkan menjadi pembimbing skripsi mahasiswa tersebut di atas, apabila mahasiswa tersebut memenuhi syarat untuk menempuh jalur skripsi. Demikian kesediaan ini saya buat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Depok, 7 Maret 2014
Hormat saya,
( Dr. Andini Sintawati )
ABSTRAKSI

Perusahaan memiliki bangunan yang besar dan banyaknya ruangan yang digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan. Dalam menjalankan aktivitasnya seluruh ruangan membutuhkan penerangan yang cukup. Untuk memudahkan pekerja supaya tidak menyalakan lampu secara satu per satu disetiap lantai dalam gedung, perlu dibuat suatu alat pengendali lampu. Alat pengendali ini bekerja dengan cara user interface mengaktifkan  lampu dengan menggunakan program delphi, dan mikrokontroler sebagai tempat pemprosesan, sedangkan output yang dikeluarkan adalah LED (Light Emitting Diode) berfungsi untuk mengaktifkan cahaya. Berdasarkan hasil pengujian alat, diketahui bahwa alat ini bekerja sesuai dengan rancangan yang dibuat. Dengan memanfaatkan komputer dan mikrokontroler untuk memperkecil sebuah pekerjaan, sehingga melakukan pengendalian terpusat kepada sebuah alat dengan menggunakan penggontrolan kelistrikan lampu menggunakan komputer.

1.      Latar Belakang
Perusahaan memiliki bangunan yang besar dan banyaknya ruangan yang digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan. Dalam menjalankan aktivitasnya seluruh ruangan membutuhkan penerangan yang cukup. Maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberikan kemudahan dalam mengendalikan kelistrikan alat penerangan pada tiap ruangan di suatu gedung. Dimana sistem kelistrikan alat penerangan akan dikendalikan melalui komputer dengan mikrokontroler.
Untuk memudahkan pekerja supaya tidak menyalakan lampu secara satu per satu disetiap lantai dalam gedung, perlu dibuat suatu alat pengendali lampu. Alat pengendali ini bekerja dengan cara user interface mengaktifkan  lampu dengan menggunakan program delphi. Alat pengendali ini akan mengeluarkan output berupa led yang akan menerangkan ruangan dalam gedung. Dengan adanya alat ini, diharapkan dapat membantu pekerja dalam memudahkan pekerjaannya. Penulis akan menjelaskannya secara mendetail di dalam penulisan yang berjudul "RANCANG BANGUN PENGENDALI LAMPU DALAM GEDUNG MENGUNAKAN USER INTERFACE DELPHI BERBASIS MIKROKONTROLER”.
2.      Rumusan Masalah
Permasalahan penulisan ini dibatasi pada hal-hal seperti cara kerja alat pengendali lampu mulai dari user interface delphi sebagai input, mikrokontroler sebagai tempat pemprosesan, dan led menjadi output.

  1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini dapat merancang sebuah sistem yang dimana sistem kelistrikan alat penerangan akan dikendalikan melalui komputer dengan mikrokontroler, sehingga user interface dapat melakukan pengendalian kelistrikan lampu dengan mudah.

  1. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka pada penelitian mengambil referensi dari buku-buku serta mencari referensi lain yang dianggap bisa dijadikan acuan penelitian ini seperti situs internet dan berkonsultasi dengan narasumber yang lebih berpengalaman.
5.      Metode Penelitian
Adapun penyusun melakukan beberapa penelitian yang dilakukan dengan:
a.       Studi Pustaka (Literatur)
Yaitu mengambil beberapa data yang berasal dari berbagai sumber seperti buku dan internet dimana isi dari sumber-sumber tersebut dijadikan referensi dan acuan dalam penulisan ilmiah ini.
b.      Analisa Kebutuhan 
Yaitu melakukan analisa komponen apa sajahkah yang dibutuhkan untuk membuat alat tersebut.
c.       Perancangan
  Yaitu merancang skematika alat, dengan mendisain bagaimana dan seperti  apakah bentuk alat yang akan di buat.
d.      Pembuatan
Yaitu melakukan pembuatan alat dari bahan-bahan yang telah dikumpulkan menjadi sebuah alat sampai dengan program yang digunakan.
e.      Pengujian.
Yaitu cara mengetahui masing-masing jalan kerja dari rangkaian alat yang digunakan agar tidak terjadi kesalahan.
6.      Rencana Kerja dan Jadwal Kerja Penelitian
Kegiatan
Bulan ke-
1
2
3
4
5
6
Studi Pustaka






Peancangan alat






Pembuatan alat






Pembuatan Program






Pengujian Alat






Pembuatan Laporan







7.      Daftar Pustaka
[1]     Anonim, Modul Praktikum Interface, Laboratorium Elektronika dan Komputer Universitas Gunadarma, Depok, 2013.
[2]     Lingga Wardhana, Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR Seri ATmega8535 Simulasi, Hardware, dan Aplikasi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2006.
[3]     Aulia Rahman, Rancang Bangun Prototipe Aplikasi Pengendali Lampu Dalam Gedung Berbasis Mikrokontroler, diakses pada 7 Maret 2014, http://www.academia.edu/5030866/SLIDE_TA#

Lampiran :

a.    Daftar Nilai Lokal dari Studentsite
b.   Daftar Nilai Ujian Utama dari Studentsite
c.  Daftar Nilai Rangkuman dari Studentsite


 https://noshagustinugraha.wordpress.com/2013/11/26/contoh-proposal-pengajuan-skripsi/

Minggu, 19 April 2015

             RAGAM BAHASA

Ragam Bahasa
Ragam Bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi anutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Dalam pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan (Fishman ed., 1968; Spradley, 1980).

Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana

1.Ragam bahasa Lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

2. Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide


Jenis Ragam Bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
·         Ragam bahasa undang-undang
·         Ragam bahasa jurnalistik
·         Ragam bahasa ilmiah
·         Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1.     Ragam lisan yang antara lain meliputi:
·         Ragam bahasa cakapan
·         Ragam bahasa pidato
·         Ragam bahasa kuliah
·         Ragam bahasa panggung
2.     Ragam tulis yang antara lain meliputi:
·         Ragam bahasa teknis
·         Ragam bahasa undang-undang
·         Ragam bahasa catatan
·         Ragam bahasa surat
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
·       Ragam bahasa resmi
·       Ragam bahasa akrab
·       Ragam bahasa agak resmi
·       Ragam bahasa santai
·       dan sebagainya
Fungsi

Di dalam kehidupan sehari – hari kita sebagai mahklukh hidup tidak bisa hidup sendiri,maka manusia adalah makhluk sosial, sehingga manusia perlu berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Pada saat manusia membutuhkan eksistensinya diakui, maka interaksi itu terasa semakin penting. Kegiatan berinteraksi ini membutuhkan alat, sarana atau media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah bahasa menjadi alat, sarana atau media. Bentuk dasar bahasa adalah ujaran. Ujaranlah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Bahasa bisa di bilang sarana komunikasi mencakup aspek bunyi dan makna Sistematik karena bahasa memiliki pola dan kaidah yang harus ditaati agar dapat dipahami oleh pemakainya Mana suka karena unsur-unsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar Ujar , karena bentuk dasar bahasa Manusiawi, karena dimanfaatkan manusia.
Bahasa Indonesia dalam kehidupan kita sehari hari mempunyai fungsi atau kegunaan, di antara nya sebagai berikut:
Sebagai informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal-balik antar anggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat.
Sebagai ekspresi diri, yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan,emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembaca.
Untuk adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika masyarakatnya sebagai kontrol sosial. Selain itu bahasa juga mempunyai fungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
Kemudian Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi :
Fungsi instrumental yaitu bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu.
Fungsi regulatoris yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain.
Fungsi intraksional yaitu bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
Fungsi personal yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.
Fungsi heuristik yaitu bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu.
Fungsi imajinatif yaitu bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi.
Fungsi representasional yaitu bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi.
Di dalam bernegara peranan dan fungsi bahasa Indonesia sangat vital diantaranya sebagai bahasa resmi kenegaraan. Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah di bidang kebudayan mempunyai fungsi Alat pengembangan kebudayaan.
Fungsi bahasa indonesia sebagai bahasa baku :
·         Fungsi Pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
·         Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
·         Fungsi penambah kewibawaan, penggunaan bahasa baku akan menambah kewibawaan atau prestise.
·         Fungsi sebagai kerangka acuan, mengandung maksud bahwa bahasa baku merupakan kerangka acuan pemakaian bahasa



SUMBER




Pengikut